Wednesday, August 10, 2011

Tips Buat Lupain Mantan Pacar

Setiap orang pasti pernah jatuh cinta. Mungkin juga cintanya itu terpaksa harus berhenti, baik putus dengan cara baik2 ataupun nggak. Nah kita pasti ingin cepat melupakan masa lalu baik kenangan baik ataupun kenangan suram dengan si mantan. Berikut ada beberapa tips nih yang mudah2an bisa dicoba sama yang baru putus cinta. Cekidooott !

1. Ganti panggilan sayang si mantan di kontak HP
Misalnya dulu pas lagi pacaran, kamu manggil doi dengan sebutan "si buncit", ganti deh dengan nama aslinya. Kalo emang diperlukan, hapus aja nomornya di kontak HP kamu. Jadi kamu ga akan hubungin dia lagi pas kamu lagi inget dia lagi. Lain ceritanya ya kalo kamu udah hafal nomor telfon dia di luar kepala :p

2. Hapus semua foto yang kamu simpan di semua media penyimpanan.
Kalo ngga di hapus, bisa2 kamu buka2 lagi tuh foto, itu artinya kamu mencoba buat inget lagi sama masa lalu kamu sama si dia. Lagipula menuh2in memori aja, mendingan save foto2 kamu sama temen2 baik kamu deh.

3. Hapus dia dari FB atau Twitter kamu
Ga mungkin banget kalo kamu ngga ngecek status dia, dia wall2an sama siapa atau mau tau dia lagi deket sama siapa, siapa tau udah punya gebetan baru. Kalo dia udah punya gebetan baru, pasti deh hati rasanya kaya keiris. Makanya biar kamu ngga nyari tau terus tentang dia, mending delete aja deh mereka dari account FB sama Twitter kamu.

4. Jauhin dulu deh tempat2 yang sering kalian datengin dulu waktu pacaran.
Hal yang satu ini paling ampuh buat yang belum lama putus cinta. Kalo dateng ke tempat itu nanti yang ada kamu inget lagi. Capeeek deh

5. Luangin waktu lebih buat temen2 kamu
Daripada bengong di rumah mikirin yang mungkin udah nggak mikirin kamu, mending kamu jalan2 deh sama sohib2 kamu, misalnya nonton film komedi, jalan2, shopping, ke salon, atau apapun deh asal kamu bisa nyenengin diri kamu tanpa ngerugiin orang lain.

6. Dekatkan diri kepada-Nya
Yang terakhir dan yang paling penting adalah sembahyang. Ini paling ampuh nih, jangan curhat sama sohib terus dong, coba deh curhat kepada-Nya. Buat yang Islam, tahajud bisa buat hati kamu lebih tenang dan ikhlas buat terima cobaan-Nya lhoo.

Oke deh semoga bermanfaat buat kamu yang baru putus cinta. Buka hati kamu buat orang lain yang mencintai kamu apa adanya. Bukan berarti nyari pelarian lhoo. Good luck :)

nb : makasih buat adeku sayang Alif. Kakak nulis ini buat kamu lho dek, jangan sedih lagi yaa :*


Saturday, June 11, 2011

Joke Part I

1. Terjadi percakapan antara seorang lelaki dengan seorang polisi lalu lintas
cowok : apa salah saya pak? saya pake helm, punya SIM dan bawa STNK.
polisi : sebel saya liat kamu daritadi muter-muter pake jaket, pake helm, tapi gak pake motor !

2. Oneng berhasil menyelesaikan puzzle. Dia ditanya sama Bajuri.
Bajuri : Kenape Neng, keliatannya girang banget. Abis menang lotre ya?
Oneng : Kagak Bang, ini aye berhasil beresin puzzle dalam waktu 3 bulan.
Bajuri : Tiga bulan? Lama amat Neng.
Oneng : Yeeehh si Abang, ini tuh udah cepet banget! Tuh liat tulisan di kardusnya, FOR 3-5 YEARS.

3. Adi sedang dalam perjalanan ke Jakarta dengan bis malam. Seorang kakek tua naik dan menawarkan buku pada penumpang.
kakek : bukunya Nak? Ada macem-macem nih. Buku silat, cinta2an, agama, dll.
Adi yang sedang tidak bisa tidur pun tertarik.
Adi : ada buku horor ga kek?
kakek : oh suka cerita horor ya? Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya! Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya "PENUNGGU BIS BERDARAH". Serem deh pokoknya.
Adi : boleh juga tuh. Berapa harganya?
kakek : Rp.95.000 nak.
Adi : wow, mahal banget kek.
kakek : ya namanya juga buku best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya syok loh waktu baca endingnya.
Si kakek promosi ala sales man.
Adi pun mengalah. Entah kenapa pada saat ia menyerahkan uang tersebut kepada si kakek, tiba-tiba petir menggelegar. Angin pun mulai bertiup kencang.
Si kakek pun turun dari bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke Adi.
kakek : Nak, ingat, apapun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.
Jantung Adi berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga si kakek turun dari bis dan menghilang di telan kegelapan.
Pada saat tengah malam, Adi selesai membaca seluruh buku tersebut, kecuali halaman terakhir. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan.
Bis melaju kencang, hujan turun deras, kilat menyambar bergantian, terdengar suara gemuruh menggelegar. Adi melihat sekeliling dan ternyata semua penumpang sudah tidur. Bulu kuduknya merinding.
"baca halaman terakhirnya ga ya?", pikir Adi bimbang. Antara penasaran dan rasa takut berbaur jadi satu. Di luar malam tampak gelap.
"ah, sudahlah, sekalian aja, nanggung"
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan.
Dan akhirnya tampak lembaran kosong dengan sepotong tulisan di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Adi membaca huruf demi huruf yang tercantum :
PENUNGGU BIS BERDARAH
Terbitan CV : Pustaka Buku
Harga pas : Rp. 12.500

Monday, April 18, 2011

Manajemen Penjualan (tugas 2)

Nama : Indri Pratiwi Putri

Npm : 38209522

Kelas : 2DD03

MK : Manajemen Penjualan

Dosen : Hari Setiawan


1. ALOKASI PENJUALAN

a. Alokasi kegiatan pembeli

Waktu yang diperlukan untuk melayani calon konsumen lebih banyak daripada yang dipergunakan untuk melayani pembeli yang ada. Jika waktu yang digunakan oleh wiraniaga dianggap tidak efektif, maka penjualan tersebut dapat dilakukan melaui pos.

Pembeli dapat dikelompokkan ke dalam beberapa golongan:

- Pembeli rumah tangga

- Pembeli individual

- Pembeli industry

- Pedagang

- Pemerintah

b. Alokasi kegiatan Produk

Dalam perusahaan – perusahaan multi produk merupakan kesulitan apabila seorang wiraniaga harus menangani promosi dan penjualan beberapa jenis produk, tetapi apabila menggunakan banyak wiraniaga yang perlu dipertimbangkan adalah kemungkinan akan berkurangnya laba yang direncanakan.

Dua model optimasi antara jumlah wiraniaga dan laba yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan, yaitu :

1. Optimasi yang tidak terbatas, artinya dapat diterapkan jumlah wiraniaga yang fleksibel.

2. Optimasi yang terbatas, artinya dapat diterapkan wiraniaga yang tetap.

c. Alokasi dengan sumber yang fleksibel

Sumber-sumber yang dipunyai perusahaan dapat dikatakan fleksibel, jika harus menentukan tidak hanya jumlah wiraniaga yang harus dialokasikan ke masing-masing daerah penjualan, tetapi juga besarnya anggaran penjualan.

Satu faktor yang penting dari model optimasi yang tidak dibatasi ini adalah bahwa keputusan tentang jumlah wiraniaga di daerah penjualan tertentu tidak mempengaruhi keputusan-keputusan di daerah lainnya. Jumlah wiraniaga yang optimal pada masing-masing daerah penjualan, menunjukkan pula tingkat optimal untuk perusahaan secara keseluruhan.

d. Alokasi dengan anggaran tetap

Tugas manajemen penjualan adalah mendapatkan cara terbaik untuk mengalokasikan wiraniaga ke setiap daerah penjualan. Adanya batasan jumlah wiraniaga berarti bahwa keputusan-keputusan pada satu daerah penjualan, tidak dapat dipisahkan dari keputusan-keputusan untuk daerah penjualan yang lain, karena tambahan seorang wiraniaga di satu daerah penjualan akan mengurangi seorang wiraniaga di daerah penjualan lainnya.

2. PENENTUAN JUMLAH WIRANIAGA

- Metode Beban Kerja (Work Load Method)

Kita menentukan jumlah tenaga penjualan dengan mempertimbangkan frekuensi dan lama kunjungan yang diperlukan untuk menjual kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

- Metode Incremental

Penggunaan metode ini didasarkan pada satu prinsip, bahwa laba bersih akan meningkat apabila tambahan tenaga penjualan dapat mengakibatkan kenaikan penghasilan (dari penjualan) melebihi kenaikan biayanya.

- Metode Potensi Penjualan

Metode potensi penjualan adalah sebuah metode yang dipakai untuk menetukan jumlah tenaga penjualan dengan mendasarkan pada asumsi bahwa diskripsi jabatan dari seorang penjual memasukkan juga pelaksanaan atau hasil kerja kegiatannya.

3. JENIS KEPRIBADIAN dari CALON PEMBELI

- Pembeli Apatis

Tipe ini adalah jenis orang yang tidak akan pernah membeli apapun, tidak peduli sebagus apapun produk kita, seberapa murah, cenderung sinis, negatif, aneh dan tidak tertarik. Mereka ini biasanya orang punya banyak masalah pribadi sehingga tidak tertarik dengan penawaran kita. Jadi tidak perlu buang waktu terlalu lama dengan tipe ini namun tetap berlaku sopan.

- Pembeli Aktualisasi diri

Ini adalah kebalikan dari tipe apatis, pembeli aktualisasi diri mengetahui dengan jelas apa yang ia inginkan, fitur dan manfaat yang ia cari serta jumlah uang yang bersedia ia keluarkan untuk membeli. Jika anda mempunyai apa yang mereka inginkan maka mereka dapat langsung membelinya, saat itu juga tanpa banyak pertanyaan. Tipe ini sangat positif, menyenangkan, dan mudah diajak berurusan. Yang anda harus lakukan membawa produk atau jasa yang dibutuhkannya dan penjualan akan terjadi. Namun tipe pembeli seperti agak jarang ditemui.

- Pembeli Analitis

Tipe ini sangat detail dan penuh pertimbangan serta cenderung agak cerewet. Dalam menghadapi tipe pembeli seperti ini butuh kesabaran karena mereka akan banyak bertanya untuk mengumpulkan data dan informasi yang lengkap sebagai sarana pengambilan keputusan. Mereka akan bersikap teliti dan membandingkan dengan produk atau jasa yang lain. Hadapi tipe ini dengan persiapan informasi berupa fakta, grafik, brosur, dsb. Jangan coba melebih-lebihkan karena mereka akan tahu dan akan minta bukti.

- Pembeli Penghubung

Tipe pembeli ini sangat peduli dengan apa yang akan dipikirkan atau dirasakan orang lain mengenai keputusan pembelian mereka. Mereka akan peduli bagaimana orang akan berespon terhadap pilihan mereka. Ia akan selalu berusaha membicarakan dulu dengan keluarga, teman dan relasinya sebelum mengambil keputusan pembelian. Biasanya mereka suka bertanya mengenai siapa saja yang pernah gunakan produk atau jasa yang kita tawarkan. Mereka suka berpikir panjang dan bisa tiba-tiba berubah pikiran saat ada orang yang memberi masukan negatif.

- Pembeli Penyetir

Tipe ini kepribadiannya seperti direktur. Sangat terbuka, tergesa-gesa, tidak sabar, dan ingin langsung pada inti pembicaraan. Mereka selalu merasa sibuk dan tidak suka banyak basa basi, jadi mereka ingin langsung tahu mengenai produk atau jasa kita dan berapa harganya lalu mengambil keputusan apakah akan membeli atau tidak. Menghadapi tipe ini kita harus gesit dan to the point, penuhi apa yang menjadi kemauan mereka dan jangan buat mereka menunggu.

- Pembeli Sosialisasi

Tipe pembeli ini sangat ramah, menyenangkan, suka bicara dan berhubungan baik dengan sales. Kadang mereka terlalu cepat setuju dan membeli asal mereka sudah rasa senang sehingga tidak perhatikan hal-hal detail. Kalaupun mereka tidak ingin membeli mereka akan menolak secara halus bahkan membantu kita mencari pembeli lain.

Dari cara kita mengetahui tipe pembeli, kita tidak akan lagi kesulitan untuk mengatur strategi marketing kita dalam menghadapi calon pelanggan yang bercorak pikirannya. Untuk itulah pentingnya mengetahui pribadi pembeli, tentunya kita harus berbeda pula dalam melakukan pendekatan kepada calon pelanggan tersebut.


4. FAKTOR SOSIOLOGIS dan PSIKOLOGIS dalam PEMBELIAN

- Faktor Sosiologi

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.

Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi.

Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.

- Faktor Psikologis

Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.

Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.

Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi:

• Perhatian yang selektif

• Gangguan yang selektif

• Mengingat kembali yang selektif

Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

5. FAKTOR RASIONAL dan EMOSIONAL

Faktor Rasional dalam Pembelian

Adalah motif yang didasarkan pada kenyataan-kenyataan seperti yang ditunjukkan oleh pembeli. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dapat berupa faktor ekonomi, misalnya : faktor penawaran, permintaan dan harga. Selain itu juga faktor-faktor kualitas, pelayanan dan ketersediaan barang, dan keterbatasan waktu.

Faktor emosional dalam pembelian

Motif pembelian yang berkaitan dengan perasaan orang. Mereka umumnya lebih subjektif. Motif ini menimbulkan pembelian barang-barang yang memperlihatkan status, kemewahan, atau yang membuat seseorang merasa lebih nyaman. Juga sebagai pengungkapan rasa cinta, kebanggaan, dan beberapa faktor lain yang juga dapat menimbulkan pembelian emosional, antara lain :

- Kenyamanan,

- Kesehatan,

- Keamanan, dan

- Kepraktisan.

Source : pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../99019-7-660792166674.doc

pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../99019-11-200623472228.doc

Manajemen Penjualan (tugas 1)

Nama : Indri Pratiwi Putri

Kelas : 2DD03

NPM : 38209522

MK : Manajemen Penjualan

Nama Dosen : Hari setiawan



Pengertian Manajemen Penjualan

Penjualan adalah ilmu atau seni mempengaruhi orang lain agar bersedia membeli barang/jasa yang ditawarkan. Tujuan penjualan adalah terjadinya transaksi yang mendatangkan keuntungan. Transaksi itu menciptakan suatu aliran barang, jasa dan aliran uang antara penjual dan pembeli.

§ J.Dalrymple Douglas: “Manajemen penjualan adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program kontak tatap muka yang dirancang untuk mencapai tujuan penjualan perusahaan”.

§ American Marketing Association: “Manajemen penjualan adalah perencanaan, pengarahan dan pengawasan penjualan tatap muka termasuk penarikan, pemilihan, perlengkapan, penugasan, penentuan rute, supervisi, pembayaran, pemotivasian sebagai tugas yang diberikan pada para tenaga penjual”.

§ Basu Swastha: “Manajemen penjualan adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program-program kontak tatap muka, termasuk pengalokasian, penarikan, pemilihan, pelatihan, dan pemotivasian yang dirancang untuk mencapai tujuan penjualan perusahaan”.

§ Manajemen penjualan adalah tetang menciptakan lingkungan yang medukung supaya tenaga penjualan dapat berkembang dan memberikan yang terbaik.

(http://http://fadlielex.blogspot.com/2010/12/makalah-manajemen-penjualan.html)


Proses Manajemen Penjualan

Kegiatan pengelolaan dimulai dari perencanaan penjualan yang meliputi pengenalan pasar dan peran mendesain organisasi dan struktur organisasi penjual, meramalkan penjualan menentukan objektif penjualan dan manajemen waktu dan didalam penentuan tujuan harus diturunkan dari tujuan perusahaan pada tingkat manajemen yang lebih tinggi, tingkatan tujuan penjualan terdiri dari tujuan korporasi unit bisnis, pemasaran dan penjualan yang beberapa tingkatan sampai ketujuan individu tenaga penjual seperti :

• Dari teman-teman di sekitar kita

• Dari temannya teman-teman kita

• Orang-orang yang kita bertemu setiap hari

• Referral dari pelanggan yang senang dan puas


Tahapan-tahapan Penjualan

1. Prospecting.

2. Perencanaan pra penjualan.

3. Presentasi penjualan.

4. Mengatasi keberatan prospek.

5. Menutup penjualan.

Kegiatan manajemen pejualan berupaya melakukan penjualan sebanyak 20 kali dan mendapat keuntungan sebesar 100 kali. Upaya yang dilakukan manajemen penjualan adalah :

1. Memberikan potongan harga.

2. Mengadakan undian berhadiah secara berkala.

3. Memberikan hadiah secara langsung pada konsumen.

4. Mengadakan promosi atau sebagai sponsor suatu kegiatan Consumen Sales Promotion (promosi penjualan).


Cara-cara Penjualan

1. Tentukan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan

Untuk menentukan kebutuhan konsumen haruslah terlebih dahulu diadakan semacam pengamatan atau penelitian sederhana terhadap kebutuhan konsumen, misalnya barang atau jasa apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, Berapajumlahnya, siapa yang membutuhkan?

2. Pilihlah Pasar sasaran Khusus

Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu:

a) Pasar individual.

b) Pasar khusus.

c) Pasar tersegmentasi.

3. Tetapkan Posisi Pasar

Setelah menentukan segmentasi pasar, perusahaan harus menentukan posisi pasar yang ingin diduduki segmen tersebut. Menetapkan posisi pasar ialah menyusun produk ditempat yang lebih jelas, khas, sehingga menimbulkan hasrat terhadap produk tersebut dalam pikiran konsumen daripada produk sejenis yang lain.

4. Tempatkan Strategi Penjualan dalam Persaingan

Perusahaan harus lebih siap untuk melakukan bauran pemasaran sebagai strategi dalam pengelolaan perusahaan. Bauran pemasaran adalah kombinasi penawaran produk,penetapan harga, metode promosi, dan sistem distribusi untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan

1. Kondisi dan Kemampuan Penjual.

Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua.Penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yaitu :

a. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan.

b. Harga produk.

c. Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan,garansi dan sebagainya.

2. Kondisi Pasar.

Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah:

a. Jenis pasarnya

b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya

c. Daya belinya

d. Frekuensi pembelian

e. Keinginan dan kebutuhan

3. Modal.

Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual.penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli.untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha,seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan,usaha
promosi,yang hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan.

4. Kondisi Organisasi Perusahaan.

Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ditangani oleh bagian penjualan yang dipegang orang-orang tertentu yang ahli di bidang penjualan

Wednesday, December 1, 2010

Games I Loved As A Kid

When I was a kid, there were so many traditional games. I didn't like dolls. I enjoyed playing outdoor games. Let me tell you about my favourites childhood game.
First is kite. I flew kites a lot. I did it with my brother in the afternoon. It was fun when the kite flew on the sky. Moreover when the rope (we called it "senar") broken, we ran to catch the kite.

Second is hopscotch. I played hopscotch a lot with my classmates. We usually played it at school during recess. We had a lot of fun. We got tired after so much jumping. I was good at the game.

Third is marbles. My friends and I usually played marbles in our backyard. We did it mostly in the afternoon. We found the game easy to play. I was good at shooting marbles. I often won the game. It was fun, though.

Last is hide and seek. Sometimes I played hide and seek with my neighborhood. We played it in afternoon after finishing our homework around our house.

It was fun ... :)

SDM dan Struktur Organisasi

Nama : Indri Pratiwi Putri

Kelas : 2DD03

NPM : 38209522

Dosen : Bpk. Joko Utomo

Tugas 3

1. Dari usaha yang akan didirikan, identifikasikanlah kebutuhan SDM bagi usaha Anda! Meliputi: keahliannya, pendidikannya serta pengalaman kerjanya!
Tenaga kerja yang dibutuhkan memerlukan keahlian menyetir mobil. Selain itu tenaga kerja yang dipekerjakan juga harus memiliki SIM A yang sah secara hukum. Tidak perlu pendidikan yang tinggi untuk menjadi supir angkot.

*Jelaskan pula metode reqcruitment yang Anda gunakan!
Metode yang saya lakukan adalah dengan menerima tenaga kerja yang direkomendasikan oleh orang-orang terdekat saya. Tentunya yang tidak pernah berurusan dengan polisi, misalnya pernah kena tilang atau mengalami kecelakaan.

2. Masih dari usaha yang Anda dirikan, susunlah perencanaan bentuk organisasinya.Gambarkan juga struktur organisasi dari usaha yang akan Anda dirikan!
1. Direktur Utama
2. Manajer Keuangan
3. Tenaga Kerja

Perencanaan Keuangan, Bentuk Kepemilikan dan Rencana Pemasaran

Nama : Indri Pratiwi Putri

Kelas : 2DD03

NPM : 38209522

Dosen : Bpk. Joko Utomo

1. Dari jenis usaha yang anda rumuskan pada tugas 1, buatlah:
a) Perencanaan keuangan dari usaha yang akan saudara dirikan!
Mobil @Rp.80.000.000 x 10 unit = Rp.800.000.000

B) Bentuk kepemilikannya!
Perusahaan yang akan saya dirikan merupakan perusahaan perorangan (PO).

c) Rencana pemasaran yang meliputi: kondisi pasar, kondisi pesaing, bentuk kegiatan promosi yang akan dilakukan & hal-hal lain yang dibutuhkan untuk memasarkan produk anda!
Perusahaan saya tidak perlu melakukan pemasaran sebab tanpa adanya pemasaran konsumen pasti butuh jasa perusahaan saya. Rute yang ditempuh oleh angkot perusahaan ini adalah Taman Wisma Asri - Metropolitan Mall.
 

!! lullaby !! Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting